Lost and Found


Injil hari ini (Matius 18:12-14) sangat singkat, padat namun sangat menyentuh!  Injil ini juga menyadarkan saya bahwa bukan saya yang pernah hilang lalu mencari-cari Tuhan tapi sebaliknya!  Injil ini memberikan perspektif yang sungguh berbeda.  Saya, Anda memang pernah (atau mungkin ada yang “masih”) hilang.  Mungkin saat itu ada yang bilang,”Longing for something? Maybe it’s God.”  Mungkin saat itu Anda merasa kehidupan spiritual/rohani Anda kering, hubungan dengan Tuhan sekedar pengetahuan saja bahwa Dia adalah Tuhan pencipta kita dan alam semesta.  Mungkin seperti saya yang ketika itu cuma berseragamkan iman katolik, ke gereja seminggu sekali tapi kehidupan terasa begitu berat, bikin depresi dan stress.  Saat itu, saya juga bilang pada diri saya dimanakah Engkau, Tuhan.  Dan ketika saya merasakan curahan kasih Tuhan dan mulai mengalami pertobatan, saya sempat ‘sombong’ dan mengatakan I found You, Lord!  Nah, ketemu deh! Akhirnya aku menemukan Engkau Tuhan.

Boy, was I so totally wrong!  How could i be so stupid?  It wasn’t me who found Him, it was Him all the way who found me!  Yesus berfirman,”Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang,”  Bapa kita begitu penuh dengan kasih yang sempurna sampai Ia rela Putra satu-satunya Tuhan kita Yesus Kristus mati di kayu salib hanya untuk mencari kita anak-anakNYa yang hilang!

 

Almighty Father, thank you!  Thank you for finding me!  I was lost and i am so joyful to be found by You!  I have never looked for You.  I was so busy with myself, my worldy pleasure that I completely forgot about You.  But You…. You have never forgotten me even for a second!  You call me by my very own name! And You took me home.

Dengan demikian, bukan berarti kalau kita masih “tersesat” lalu ongkang ongkang kaki menunggu kita ditemukan oleh Tuhan Yesus.  Justru pengalaman ini saya sharingkan agar menjadi inspirasi bagi kita semua.  Tetaplah carilah dan temukan keindahan hidup di dalam kasihNya.  Hanya saja, pada saat proses maupun setelah Anda hidup dalam terang Tuhan, jangan sekali-kali mengklaim semua itu karena usaha keras Anda sendiri. Ingat, bahkan bersyukur itu bukan lagi kewajiban moral belaka.  Bahkan yang namanya “bersyukur’ pun itu anugerah dari Tuhan.  Artinya, bersyukur itu dapat kita lakukan karena Tuhan memberikan pada kita kemampuan untuk bersyukur.  Kita sendiri tidak mampu menemukan Tuhan saat kita tersesat.  Kita mampu bertemu dengan Dia karena Dia dulu yang menemukan kita.

Jesus Christ, My Lord and My God…. terimakasih sudah menemukan seorang Maria Goretti Marcelina Fanny Rahmasari.  Praise Him, Glorify His Name !!  Terima kasih sudah mengingatkanku hari ini akan satu hal bahwa kehidupanku yang sekarang, pertobatan yang kualami bukan karena usahaku sendiri.  Semuanya adalah murni karuniaMu, anugerahMu yang Kau berikan karena kasihMu yang terlalu besar untuk anakMu yang satu ini!  Bukan aku yang menemukanMu Tuhan, tapi Engkaulah yang mencar-cari aku yang tersesat.  You have never given up on me!

Boy, am I so totally glad You found me and brought me home, Jesus!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s