The Kennedys, Nabi Hagai dan Yesus, Kristus dari Allah


Beberapa hari terakhir ini saya nonton mini seri The Kennedys yang tayang untuk pertama kalinya di saluran History. Mini seri 8 episode ini menceritakan kisah dan sejarah keluarga Kennedy, salah satu keluarga yang sangat terkenal, terpandang, terhomat bahkan terkaya di Amerika Serikat yang punya kiprah penting di dunia politik AS. Kisah bagaimana John F. Kennedy menjadi Presiden berawal dari karirnya sebagai senator AS sekaligus kasus penembakan dirinya yang berakhir tragis itu, hanyalah sebagian dari cerita mini seri ini. Diceritakan bagaimana sang ayahlah, Joseph P. Kennedy, Sr yang punya ambisi untuk menjadikan anak-anaknya berkiprah di dunia politik dan menjadi hebat di mata dunia. Ironisnya, itu semua bergandengan dengan aneka skandal dalam keluarga ini terutama masalah perselingkuhan baik yang dilakukan Joseph maupun JFK (dan anggota keluarga lain). Tak heran bila publik Amerika menyebutnya The American Royal Family with the Kennedy’s curses (keluarga kerajaan Amerika dengan kutukan keluarga Kennedy)

Yang menarik ingin saya bahas adalah peran Rose F Kennedy sebagai istri dan ibu dari 9 anak. Wanita ini luar biasa, ia penganut Katolik yang taat dan tetap setia pada imannya meskipun begitu banyak masalah, tragedi, skandal yang menghadang diri dan keluarganya saat mendampingi suaminya aktif sebagai pengusaha maupun Dubes AS juga saat ia menjadi ibu dari anak-anaknya. Rose ini sungguh-sungguh digambarkan secara hebat di miniseri ini. Meskipun suaminya katolik, tapi Joe sering tidak bisa menerima hal-hal buruk yang terjadi dalam keluarganya. Saat Joe marah dan menyalahkan Tuhan, Rose selalu mengatakan bahwa Tuhan sudah izinkan semua terjadi, kita harus bisa menerima itu semua. Meskipun Joe sang suami dikenal sebagai pria tidak setia yang sering berselingkuh, Rose digambarkan sebagai wanita yang tegar. Dia berpegang pada prinsipnya sebagai umat katolik yang tidak boleh menceraikan pasangannya. Padahal jelas-jelas Rose tahu dan memergoki perselingkuhan suaminya. Tapi ia setia bahkan saat Joe makin tua dan kena stroke, Rose yang selalu di sampingnya. Rose selalu berdoa rosario, dan selalu mengikuti misa di gereja tiap hari. Setiap peristiwa besar di keluarga terjadi, ia pasti mengingatkan anak-anaknya untuk mengikuti misa terlebih dahulu. Saat JFK meninggal dunia setelah ditembak di Dallas, Texas dan adiknya Bobby merasa itu bersalah atas kematian kakaknya (karena Bobby selalu mendampingi JFK di masa jabatannya sebagai Presiden AS sehingga keputusan JFK banyak juga dipengaruhi pemikiran sang adik, sehingga Bobby mencurigai kematian kakaknya karena pihak yang tak suka dengan kebijaksanaan JFK dimana Bobby merasa juga berkontribusi melahirkan kebijaksanaan itu), Rose mengajak putra kesayangannya ini berdoa rosario karena ia tahu anaknya sudah lama tidak berdoa rosario. Rose mengatakan serangkaian kata yang sungguh indah dan bermakna dalam serta menyentuh,”His Means are mysterious, His Ends never are!”. Benar! Jalan atau cara Tuhan memang misterius, tapi akhir dari segalanya jelas, tidak ada yang tersembunyi atau misterius.

Mengapa saya membahas kisah Rosemary Kennedy dan keluarga besarnya ini? Karena kisah inilah yang muncul saat saya merenungkan Firman Tuhan yang menjadi bacaan dan Injil hari ini (Jumat 23 September 2011). Tuhan sendiri yang mengatakan pada umatnya melalui nabi Hagai untuk menguatkan hati dan tidak takut. “Bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu … (Hag 2:5)….. Dan Roh-ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut! (Hag 2:6)”
Meskipun badai menerpa, Rose tidak takut, ia menguatkan hatinya karena ia tahu Roh Allah sendiri yang menguatkan dia. Luar biasa. Saya pun diingatkan bahwa memang ada banyak badai dalam hidup ini tapi Tuhan mengingatkan saya hari ini untuk menguatkan hati saya, jangan takut dan tetap bekerja.

Sesuai dengan Injil hari ini pula (Lukas 9:43b-45) dikatakan bahwa Yesus adalah mesias. Kata Petrus,”Engkaulah Kristus dari Allah. Bila kita menarik benang merah dari bacaan pertama, maka yang boleh saya bagikan hari ini adalah kita hanya perlu bersandar pada Yesus dalam menjalani hidup ini. Tapi bukan berarti kita diam atau duduk ongkang ongkang kaki. Firman Tuhan sendiri yang mengatakan “bekerjalah…” Santo Paulus dalam suratnya kepada umat di Tesalonika pun (2 Tes 3:1-15) mengingatkan kita pentingnya berdoa dan bekerja. Janganlah kita tidak bekerja alias hidup tidak tertib dan sibuk dengan hal-hal tidak berguna.

Di sisi lain, saat kita bekerja, apapun itu, janganlah kita lengah. Sering kita punya kerinduan bersandar pada kekuatan Tuhan, sering kita berapi-api mau ikut jalan Tuhan, jadi muridNya tapi kita lupa bahwa Yesus sang Kristus dari Allah itu sendiri sudah lebih dahulu mengatakan,“Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh para tua-tua, oleh para imam kepala dan para ahli taurat lalu dibunu dan dibangkitkan pada hari ketiga,” (Lukas 9:22)

Ingat! Yesus mengalami penyiksaan sekalipun dia adalah mesias, Anak Allah yang hidup. Sekalipun dia adalah Kristus dari Allah. Tetap saja dia mengalami penderitaan, dicaci maki. Siapkah kita menanggung banyak derita, ditolak, bahkan menanggung resiko kehilangan jiwa kita? Mampukah kita memiliki hati yang kuat, mengusir segalah ketakutan dan tetap bekerja?

Roh Allah, tetaplah tinggal dalam aku agar aku tidak takut dan kuatkanlah hatiku. Agar aku pada akhirnya nanti Tuhan, boleh meraih semua janji-janjiMu yang sungguh mulia.

Hagai 2:9-10
Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam. Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s