Pengalaman Mengajak Anak-Anak Baca Alkitab


a family that prays together, stays together

Setiap malam, saya dan. dua anak saya terbiasa berdoa bersama. Singkat saja, biasanya saya yang pimpin. Tapi ada kalanya, saya minta salah satu dari mereka yang memimpin doa spontan atau membacakan doa dari buku. Sebelum doa selesai, saya biasanya doakan mereka dengan menumpangkan tangan ke masing-masing anak. Lalu kami tutup doa dengan doa Bapa Kami dan Salam Maria.
Inginnya, saya bersama-sama anak-anak punya waktu baca alkitab. Sayang ini belum terjadi. Akhirnya, sesekali saya selipkan doa malam dengan membaca alkitab.
Beberapa minggu lalu, sahabat saya, Angelica Mediana memberikan saya sebuah buku renungan bulanan untuk anak-anak. Saya sudah perlihatkan buku itu kepada dua anak saya, Galih dan Langgam. Namun mereka belum begitu tertarik. Beberapa malam lalu, saya selipkan acara membaca alkitab di sela doa malam. Jadi sebelum doa, saya suruh Galih membaca Sirakh 34:16-17. Kenapa 2 ayat itu? Jujurnya sih, karena saya lagi buka-buka alkitab, pas di ayat itu ada stabilonya, dan saya baca sekilas bagus juga isinya. Hahaha.
Kenapa saya meminta dia untuk membaca? Karena saya tahu, dia suka mempraktekkan tata cara perayaan misa. Maka, dialah yang membacakan ayat itu. Adiknya tidak mau kalah melihat sang kakak, dia pun mengambil alkitab dalam bahasa Inggris dan dia ikut membacakannya dalam bahasa Inggris. Saya kemudian sedikit memberi penjelasan mengenai ayat yang sangat indah dan menyentuh ini. Saya ajak anak-anak saya sedikit berdiskusi juga. Langgam, kemudian membacakan renungan dalam booklet Imagodei itu. Sementara sang kakak, Galih bertanya pada saya adakah buku renungan yang biasa saya baca karena dia mau membacakan renungan dari buku yang biasa saya baca. Ia memang mengkategorikan dirinya bukan anak-anak lagi sehingga yang dibaca pun harus untuk dewasa. Saya katakan besok karena memang buku renungan itu tertinggal di kantor. Lalu saya ajak anak-anak berdiskusi tentang renungan yang dibacakan Langgam. Setelah itu, kami berdoa seperti biasa. Done! Mission accomplished. Praise the Lord.

Keesokan harinya, pada malam hari, saya coba lagi metode ini. Saya sudah siap-siap, kalau anak-anak menolak ya saya balik ke doa bersama dulu lalu besok malam saya coba lagi awali dengan alkitab. Begitu saya bilang “Yuk, sebelum doa kita baca alkitab dulu”, mereka langsung ambil alkitab dan Galih langsung mengambil buku renungan milik saya. Seperti biasa Galih membaca alkitab dalam bahasa Indonesia, Langgam dalam bahasa Inggris. Galih kemudian meneruskan dengan membacakan renungan dari buku. Lucunya, dia bahkan menambah-nambah dengan kalimatnya sendiri, seolah-olah dialah pembawa renungannya.
Dan itulah awal kami membiasakan diri membaca alkitab dan doa bersama setiap hari.

Puji Tuhan, sekarang pelan-pelan saya usahakan anak-anak membaca alkitab sebelum doa malam bersama. Belum tiap hari memang, but it will be our start. Saat -saat membaca alkitab dan doa bersama adalah saat indah bagi saya untuk bisa berbagi pengetahuan, pengalaman mengenai Firman Tuhan dan ajaran agama katolik bersama anak-anak. Pelajaran agama yang diterima anak-anak di sekolah belumlah cukup. Kita perlu terus membimbing mereka lewat ‘pelajaran agama katolik’ di rumah. Sebagai orang tua, janganlah kita merasa ‘cukup’ dengan apa yang kita ketahui tentang iman katolik. Ikut kursus, seminar, banyak membaca dan tanggap terhadap perkembangan teknologi serta hal-hal yang relevan dengan ajaran agama katolik hendaknya kita jalankan, dan rasakan serta kuasai agar kita punya bekal membimbing anak-anak kita secara rohani. Biarlah kita terus haus dan lapar dalam pengenalan kita pada Tuhan dan kita tularkan hal itu pada anak-anak kita.

Carilah cara kreatif untuk membawa anak-anak kita mau membaca alkitab. Untuk anak-anak usia dibawah 10 tahun bisa dibelikan alkitab bergambar. Bahkan sampai sekarang saya download aplikasi alkitab bergambar di iPad untuk anak-anak saya.

Selamat menikmati hadirat Tuhan bersama keluarga Anda. Mulailah saat ini juga, hari ini, pagi ini atau siang ini atau malam ini. Berdoalah bersama. Bacalah firman Tuhan bersama. Beribadahlah bersama.

Matius 18:19-20  Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.  Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

One thought on “Pengalaman Mengajak Anak-Anak Baca Alkitab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s