Kita harus sempurna! (Renungan Injil Rabu 9 November 2011)


Dunia selalu mengatakan ‘manusia tak ada yang sempurna’ atau ‘wajarlah, mana ada sih manusia sempurna. Maklumi saja’. Hati-hati bila ketidaksempurnaan yang dimaksud itu adalah kelemahan-kelemahan kita, kelalaian yang tidak mau diperbaiki, godaan untuk jatuh dalam dosa yang dipelihara, bukannya dihindari. Karena ketidaksempurnaan ini cenderung dibuat permisif oleh dunia sehingga yang terjadi adalah justifikasi bahwa hidup manusia tidak mungkin mencapai kekudusan dan akhirnya kesempurnaan. Tapi Firman Tuhan hari ini justru memutarbalikkan pikiran dunia itu.Bahwa tidak ada lagi alasan manusia berusaha ‘tidak menyempurnakan dirinya’ entah dengan kesalahan2 kecil, godaan-godaan kecil, membiarkan dosa-dosa terjadi? Puji Tuhan, kita murid Yesus dicurahkan Roh Kudus karena Tuhan mau kita serupa denganNya dan menjadi sempurna. Buah Roh Kudus adalah penguasaan diri. Kalau kita minta, kita akan dikasih untuk menguasai diri. Buah roh ini merupakan alat kita untuk menjadi pribadi sempurna. Karena Tuhan menciptakan kita serupa dengan citraNya. Itu berarti Ia ingin kita berpikiran, berkelakuan, kudus dan serupa denganNya. (1 Kor 3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?) Sekali lagi, bacaan pertama mempertegas kehendak Bapa atas kita untuk hidup menjaga kekudusan dan mencapai kesempurnaan.

Injil hari ini mengisahkan Yesus yang mengusir para pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati dan penukar-penukar uang keluar dari Bait Suci Yerusalem. Ada yang mengkaitkan kisah ini dengan keadaan sekarang dimana kita, umat sering lupa untuk menguduskan gereja dari pencemaran-pencemaran komersialisme. Tapi lebih dari itu, saya mengajak Anda untuk menempatkan perikop ini dalam konteks kepribadian kita. Bait Suci Yerusalem yang dikotori perbuatan-perbuatan itu tak lain adalah diri kita sendiri karena dalam bacaan pertama dikatakan:
Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu (1Kor 3:17). Jadi mari kita bercermin, bisa jadi bait suci kita yakni tubuh, pikiran, hati dan jiwa kita belum kudus masih dikotori dengan mendagangkan alias menjual diri kita pada dosa, godaan setan maupun kedagingan. (Yoh 2:16 … jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan). Orang Yahudi sendiri mengira maksud Yesus adalah Bait Allah secara fisik. Yesus sendiri jelas-jelas membicarakan tentang tubuhNya! (Yoh 2:21 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri)
Kini kita tahu betapa Tuhan ingin menjaga kita selama di dunia ini dengan mengajarkan kehendakNya, yakni agar kita (bait Allah dimana Allah berdiam dan bersemanyam) menjaga kekudusan tubuh, hati, pikiran, perkataan dan jiwa kita agar kita boleh semakin serupa seperti Dia yang terus mencapai kesempurnaan.

Tidak ada lagi alasan untuk tidak menjadi sempurna, karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna. (Matius 5:48)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s