Menanti bersama Yesus dalam Doa dan Iman


Kisah Perumpamaan tentang hakim yang tak benar (Lukas 18:1-8) yang kita baca hari ini, sungguh menambah iman kita. Kalau hakim yang tak benar saja mau mengabulkan permohonan janda untuk alasan yang salah (supaya tidak merepotkan dia sebagai hakim karena si janda itu minta-minta melulu dibela), apalagi Allah kita yang sungguh sangat, sangat baik, teramat baik! Dia Allah yang sanggup menguasai segala perkara dan rancanganNya adalah yang terbaik buat kita.

Kalau memang Allah sanggup melakukan apa pun buat hidup kita, lalu mengapa kita harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu? Karena Allah sangat mengasihi kita, Dia rindu kita bersekutu dengan Dia. Dia ingin selalu dekat dengan kita. Dia ingin relasi yang mesra. Dia ingin kita tinggal di dalamNya dan menikmati keindahan hadiratNya yang penuh dengan suka cita, damai sejahtera. Semua itu kita wujudkan lewat doa.

Saya sendiri punya banyak pengalaman dimana doa yang tak jemu-jemu mengajarkan saya untuk memiliki iman yang berpengharapan (expectant faith). Doa yang tak jemu-jemu memang membutuhkan iman. Misalnya, kita punya kerinduan atau permohonan pada Bapa dan doa kita tidak dikabul-kabulkan. Tanpa iman yang kuat, yang bertahan dan penuh harapan bahwa Tuhan pasti siapkan jalan keluar terbaik bagi kita, pasti kita sudah menyerah dan lari dari Tuhan. Semua itu karena iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang kita tidak lihat (Ibrani 11:1) Kita memang belum melihat hasil doa kita tapi kita percaya bahwa apa yang kita harapkan sudah diketahui Tuhan dan dikerjakan oleh Tuhan seturut kehendakNya demi kebaikan kita.

Saya pribadi punya beberapa pengalaman doa yang menunjukkan betapa luar biasanya kuasa doa bila sungguh dilakukan dengan expectant faith. Saya ingat benar, 11 tahun yang lalu saat saya baru-baru hamil anak kedua, saya bilang ke Bapak saya kalau saya berharap anak kedua ini perempuan karena anak pertama saya laki-laki. Bapak pun bilang “Oh itu ada caranya. Dan pasti bisa itu”. Saya agak bingung waktu Bapak saya bilang begitu. Dalam hati bilang begini,”Lah gimana juga, anaknya juga udah jadi di dalam perut, masa iya bisa berubah kalau jenis kelaminnya dari awal udah cowok?”. Lalu Bapak saya bilang,”Doa novena tiga salam Maria,” Singkat kata, saya lakukan itu dan luar biasa, beberapa minggu kemudian saya periksa ke dokter dan dokter konfirmasikan jenis kelamin bayi yang saya kandung adalah perempuan. Itulah sebabnya, putri kedua saya ini dinamai Inosensia Langgam Swara Novena yang memiliki makna langgam (lagu Jawa, karena memang berdarah Jawa) yang dihasilkan dari suara doa novena yang dilakukan ibunya. Praise the Lord!
Pengalaman doa lainnya adalah ketika saya awalnya marah mau menegur anak-anak. Saya langsung sebut nama Yesus dan berdoa sebelum saya melanjutkan amarah saya. Saya doa minta diberikan hikmat dan kesabaran. Luar biasa, saat saya menegur mereka, Roh Kudus yang bimbing sehingga kemarahan saya diubah menjadi kata-kata yang bijaksana dan bahkan saya bisa mengutip ayat-ayat firman Tuhan. Kalau bukan karena bimbingan Roh Kudus lalu apa lagi yang memungkinkan saya melakukan itu. Begitu pula saat saya emosional dan mau menegur staf karyawan saya. Saya doa di ruang kerja sebelum memanggil dia padahal hati ini sudah panas karena kesal dengan kinerjanya. Luar biasa, Tuhan bimbing dengan Roh Kudus! Selama menegur dia, saya bisa tenang dan bersikap bijaksana terhadap dia. Bahkan saya diberi hikmat Roh Kudus untuk mengetahui apa persoalan dia yang bikin dia tidak konsen kerja. Oh Tuhan Yesus, saya sungguh terkesima dengan kuasa Roh KudusMu dan hikmat yang kau berikan. Saya bukan peramal, tapi Tuhan sendiri yang punya pengetahuan tak terselami dan saya ini cuma alatNya. Di lain kesempatan dengan orang yang sama, saya lagi-lagi menegurnya, tapi kali ini tanpa meminta Roh penguasaan diri maka yang terjadi saya marah-marah, saya kehilangan kasih. Itulah bedanya kita berdoa dan tidak berdoa.
Sebelum pujian dan penyembahan pribadi, saya berdoa agar saat membaca Firman Tuhan, saya boleh mendapat pengertian memahami firmanNya dan lebih dari itu memperluas kerajaanNya dengan membagikan pemahaman saya tentang firman lewat tulisan saya di blog ini. Apa yang saya tulis ini sungguh merupakan hikmat yang Tuhan berikan lewat talenta yang Ia percayakan pada saya. Saya cuma alatNya. Sesungguhnya Allah yang berkarya sepenuhnya di blog pribadi ini.

Lalu bagaimana kalau ada kerinduan tapi doa kita belum-belum dijawab? Disitulah iman kita diasah menjadi kuat dan bertahan. Itulah masa-masa penantian kita bersama Tuhan Yesus. Justru dalam masa penantian itu, selain iman kita diajar untuk tumbuh kembang, kita punya kesempatan untuk bersyukur, belajar memuji dan menyembah Tuhan lewat doa, firman dan komunitas sambil menanti Tuhan mewujudkan janjiNya atas permohonan kita! Kita masing-masing punya permohonan yang belum dikabulkan. Mungkin ada yang menantikan pemulihan kesehatan, masalah keuangan, perjodohan, rekonsiliasi keluarga dan masih banyak lagi. Percayalah, Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya yang tak jemu-jemu berdoa. Dia sediakan waktu terbaik untuk semua itu terjadi. Bila doa kita belum dikabulkan, nikmatilah masa penantian itu dalam iman dan di dalam Yesus. Percayalah, menanti di dalam Yesus dan bersama Dia sungguh merupakan masa penantian terindah!

Selamat berdoa dengan tidak jemu-jemu dengan iman penuh pengharapan. Ingatlah akan janji Tuhan Yesus sendiri,”Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

bahkan Yesus pun berdoa semalam-malaman kepada BapaNya

bahkan Yesus pun berdoa semalam-malaman kepada BapaNya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s