Menemukan wajah Yesus di dalam Lembaga Pemasyarakatan


1 Korintus 13:1-3,13
1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. 2  Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.
13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Tuhan Yesus, sungguh di siang yang panas menyengat ini aku mau bersyukur penuh dengan puji-pujian betapa Engkau sungguh baik hari ini. Engkau hadiahi aku dengan anugerah sebuah tugas pelayanan yang sangat istimewa. Untuk pertama kalinya aku boleh mengunjungi dan memberikan pelayanan bagi saudari-saudariku yang tinggal di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang. Bersama-sama sahabat-sahabatku dari tim pelayanan Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK) paroki Maria Kusuma Karmel (MKK), Meruya Jakarta Barat, aku boleh berbagi kasih dengan mereka, bersatu dalam sesi praise and worship, mendengarkan firman dan sharing iman.

Tuhan Yesus yang teramat baik, saat kami tiba dan memasuki aula tempat kami menggelar acara, para wanita penghuni LP menyambut dengan kehangatan yang luar biasa. Sapaan “shalom” yang keluar dari bibir mereka sungguh meneduhkan hati ini Tuhan. Saat kami memulai acara Praise and Worship dengan menaikkan puji-pujian syukur yang memegahkan namaMu, aku bisa merasakan aliran kasih dan curahan Roh KudusMu di aula itu. Ada sukacita yang kurasakan di antara kami semua sehingga puji-pujian dapat kami naikkan dengan penuh kuasa RohMu. Sungguh Engkau sendiri yang bertahta di atas puji-pujian. Saat kami naikkan pujian syukur “Manis Ku Dengar”, hatiku tersentuh Tuhan betapa aku bersyukur boleh berada di tempat itu untuk melayaniMu melalui saudari-saudariku yang tinggal di LP ini. Aku pun mendengar suara-suara isak tangis haru. Sungguh Tuhan, Kau hebat. Kau sentuh hati kami lewat puji-pujian. Kau buat kami terharu dan merasakan betapa Engkau mengasihi kami.

Tuhan Yesus, saat kami usai menyanyikan puji-pujian, kami menyaksikan bagaimana saudari-saudari kami yang tengah menjalani hukuman maupun masa tahanan karena sedang mengikuti proses sidang ini mempersembahkan lagu Give Thanks diiringi 2 penari balet. Suara mereka sungguh merdu, dan gerakan yang mereka bawakan pun indah. Kutatap wajah mereka Tuhan, dan aku pun melihat rupaMu ada di dalam mereka. Engkau hadir dalam setiap dari mereka yang tengah mengalami penderitaan, pergumulan dan aku sungguh bersyukur Tuhan boleh menemukan Engkau di diri mereka. Tak dapat kutahan air mataku yang jatuh dari kedua mataku ini menyaksikan mereka melantunkan lagu Give Thanks dan dilanjutkan dengan trio yang menyanyikan lagu One Day At A Time.

Saat kami melanjutkan acara dengan penyembahan, kami sungguh merasakan kasih dan hadiratMu Tuhan. Saat pimpinan pujian kami, David berdoa usai penyembahan, sungguh Kau pakai Dia untuk mengingatkan kami semua bahwa Engkau hadir saat ini juga untuk memulihkan kami, menyembuhkan kami, mengangkat kami dan menolong kami. Kembali sayup-sayup kami dengar isakan tangis haru. Sungguh Tuhan sedang bekerja, melawat satu persatu dari kami. Menyentuh relung hati kami yang terdalam, yang bahkan tersentuh sekalipun oleh pikiran dan perkataan kami.

Tuhan Yesus, aku bersyukur hari ini Kau pakai aku untuk melayanimu. Kau beri aku kuasa Roh KudusMu untuk mendoakan beberapa saudari-saudariku dengan menumpangkan tangan kepada mereka. Tuhan, pada saat kami undang mereka untuk maju didoakan dalam pelayanan doa pribadi, memang ada beberapa yang maju namun banyak juga yang tidak maju. Kami diberi hikmat oleh Roh Kudus. Mungkin mereka malu bila harus maju ke depan, maka Engkau membimbing kami para tim untuk berkeliling mendoakan mereka yang masih duduk. Tuhan Yesus, sungguh aku berbahagia boleh mendoakan beberapa ibu. Memang benar, pada saat aku hampiri satu per satu, ternyata semuanya minta didoakan secara spesifik kebutuhan mereka. Maka hanya dengan bersandar pada kuasaMu Tuhan, aku boleh mendoakan mereka. Aku melihat kerinduan mereka Tuhan untuk dekat padaMU. Aku melihat mereka sangat ingin mengampuni orang-orang yang telah menyakiti mereka. Aku mendengar pergumulan mereka yang sungguh luar biasa beratnya.
Tuhan Yesus, dengarkan doa anak-anakMu ini. Perhatikanlah kerinduan mereka, lihat hati mereka yang sudah terbuka siap menerima Engkau Tuhan. Yesus, lembutkan hati mereka agar mereka boleh mengampuni, sembuhkan sakit penyakit yang mereka derita, kabulkan doa mereka Tuhan. Aku pun berdoa agar lebih banyak lagi pelayanMu yang mendapatkan kesempatan sepertiku mengunjungi tempat-tempat seperti ini sehingga lebih banyak lagi jiwa-jiwa yang rindu akan Engkau yang diselamatkan. Sehingga lebih banyak lagi yang didoakan, dan akhirya membawa mereka pada pertobatan dan keselamatan.

Tuhan Yesus, apalah arti penderitaan hidupku selama ini dibandingkan dengan pengalaman hidup mereka yang ada di penjara. Ajari aku untuk bersyukur Tuhan. Dengan hati penuh syukur aku akan lebih dimampukan lagi merasakan kasihMu sehingga aku lebih bisa lagi melayaniMu. Aku percaya Tuhan, saudari-saudariku ini pun sungguh Kau berkati lewat caraMu yang istimewa, lewat misteri penderitaan mereka dan lewat pengalaman iman mereka selama berada di LP.

Sungguh Tuhan Yesus Kau teramat baik bagiku. Setiap kali Kau adakan mukjizat tiap saat dalam hidupku. Dan hari ini Tuhan, Kau ajariku untuk menemukanMu dalam rupa mereka yang menjalani vonis hukuman dan tahanan di LP wanita Tangerang. Kau ajariku cara lain mengasihiMu yakni dengan mengasihi sesamaku dan melayani mereka. Sungguh Tuhan, tiada kata yang dapat lagi kutuliskan disini selain puji dan sembah Kau. Kau sudah jawab kerinduanku untuk melayanimu dan menyenangkanMu. Semoga pelayananku tadi, memuji dan menyembahMu bersama-sama mereka, memberikan sharing iman dari pengalaman pribadiku, mendoakan beberapa dari mereka, menjadi persembahan yang wangi bagiMu. Segala pujian, hormat dan kemuliaan hanya kepadaMu, Tuhan penguasa hidup kami sekarang dan selama-lamanya! Amin!

Jakarta, Sabtu 26 November 2011

Matius 25:
34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. 35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; 36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. 37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? 38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? 39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? 40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

One thought on “Menemukan wajah Yesus di dalam Lembaga Pemasyarakatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s