Kamis Putih: Perjamuan Cinta, Perayaan Cinta


Bagaimana rasanya menghabiskan malam terakhir bersama orang yang kita amat sungguh sangat kita cintai?  Apalagi kalau somehow kita tahu dia akan pergi meninggalkan kita selama-lamanya? Bahkan kita tahu dia akan mati esok harinya? 

Saya mencoba merefleksikan peristiwa Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-muridNya seperti pada Injil Yohanes hari Kamis Putih ini (13:1-15).  Saya membayangkan saya bersama para murid-muridNya duduk begitu dekat denganNya.  Dan pada saat Dia menghampiri saya untuk membasuh kaki ini, saya mencoba membayangkan apa yang kira-kira akan saya lakukan atau katakan.  Apakah saya akan terdiam karena begitu shocked seseorang yang begitu saya agungkan, yang saya tahu pribadiNya, tiba-tiba membungkuk dan membasuh kaki ini dengan begitu penuh kasih?  Will I be speechless ?  Will I be just so weak in the knees?  Atau saya justru berani mengatakan sesuatu seperti Petrus?  Apakah seperti Petrus saya akan bertanya pada Yesus,”Tuhan Engkau hendak membasuh kakiku?”

Saya rasa, saya tahu apa yang akan terjadi dengan saya.  Begitu Yesus datang bersimpuh di kaki saya, membasuh kaki ini, saya hanya akan bisa terdiam.   Mata saya akan berkaca-kaca.  Saya ingin menangis.  Saya terharu dan sungguh tersentuh.  Saya akan merasakan betapa Yesus adalah satu-satunya kekasih jiwa saya yang hanya Dia yang mampu mencintai saya seutuhnya, mengasihi saya dengan kasih paling sempurna, paling lengkap, paling berkelimpahan dan tak pernah habis-habisnya.  Saya akan merasa sungguh dicintai.  Dan dengan merasakan ada sesuatu yang tercekat di tenggorokan ini, saya akan berusaha menahan tangis saya dan berkata:

“Aku tidak pantas Tuhan untuk Kau basuh kaki ini. Why me, Jesus?”

Dan Yesus akan menjawab,”

“I love you, Fanny.  You are precious and I have chosen you.  Love yourself.  Love your children.  Love your neighbour. Love your friends.  Love your parents. Love your brother. Love your family.  Love your enemy.  Love… love… only love and just love.  Love others.”

Hari ini, kita semua merayakan Kamis Putih.  Kita merayakan perayaan Ekaristi mengenang perjamuan Terakhir Tuhan Yesus Kristus bersama murid-muridNya.  Sungguh, tak ada suatu perayaan atau pun perjamuan yang mampu mengalahkan peristiwa perjamuan terakhir ini, ketika segala kelimpahan cinta, kepenuhan kasih seorang sahabat, saudara, yang memiliki pribadi Ilahi, ditumpahkan hanya untuk keselamatan kita manusia yang lemah dan mudah lari dari genggaman dan pelukan kasihNya hanya untuk memuaskan kedagingan kita semata.

Biarlah malam ini, saat kita merayakan Kamis Putih bersama orang-orang terkasih kita, kita ingat akan kasih dan cinta Yesus Kristus.  Agar kelimpahan dan kesempurnaan kasihNya itu menjadi bagian kita pula sehingga kita boleh berbagi terhadap keluarga, pasangan, anak-anak, bahkan mereka yang kita benci atau yang membenci kita.

Kalaupun malam ini, kita merayakan Kamis Putih dan Tri Hari Suci ini dalam kesepian dan kesendirian, ingatlah dan tetaplah menatap pada Yesus Kristus.  Dia yang lebih dahulu merasakan kesepian dan kesendirian itu, saat Ia menanggung derita dalam jalan salibNya dan saat disalibkan..  Ia yang lebih dahulu mengasihi kita.  Rasakan dalam kesendirian kita, dalam kesepian kita, Yesus hadir dan Yesus ada!  Dia sungguh sungguh mengasihi kita.  Bahkan Dia mampu membungkukkan tubuh, bersimpuh di kaki kita, membasuh kaki kita dan mengecupnya dengan penuh kasih.

Saat Dia datang padamu dan mengatakan,” Aku sungguh mengasihimu.  Maukah kau mengasihiKU?” – apakah jawabmu?

Image

Yoh 13:12 Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?

Yoh 13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

Yoh 13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;

Yoh 13:15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s