Mujizat Ekaristi: Tatapan Kasih Yesus


Saya percaya akan adanya mujizat Ekaristi. Saya percaya Ekaristi menghadirkan keajaiban dan mujizat karena pada perayaan Ekaristi, Yesus hadir. Dan setiap kali Yesus hadir, pasti ada kesembuhan, pasti ada mujizat.

Jum’at kemarin saya mengikuti perayaan Ekaristi di paroki MKK, Meruya Ilir. Saat Romo mengatakan,”Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya”, saat itulah saya disentuh Tuhan. Saya bisa merasakan Tuhan menatap saya dengan penuh kasih. Saya merasakan Yesus sungguh mengasihi aku. Lalu saya diingatkan.
Kalau Aku mengasihimu seperti ini, dengan sedemikian besarnya, sanggupkah kamu mengasihi orang lain seperti ini?

Saya pun terhenyak. Kalau Tuhan Yesus sendiri menatap saya dengan penuh kasih meskipun saya sering melanggar perintahnya dengan berbuat dosa, menyakitinya akibat dosa saya, masak saya tidak bisa menatap dengan kasih sesama saya? Kenapa saya tidak menatap sesamaku dengan penuh kasih? Bisakah saya menatap mereka dengan kasih, penuh cinta pada sesamaku? Bisakah saya katakan pada mereka aku mengasihimu … kenapa saya tidak menatap dengan kasih orang-orang yang menyakiti hati saya? Mereka yang mengkhianati saya? Mereka yang mengecewakan saya? Meskipun mereka menatap saya dengan mata kesal dan tanpa kasih, mengapa tidak saya balas saja mereka dengan menatap penuh kasih. Karena Yesus sendiri menatap mereka yang membencinya dengan penuh kasih dan pengampunan

Sungguh luar biasa! Inilah mujizat Ekaristi. Perayaan Ekaristi bukan sekedar “kegiatan wajib” umat katolik, tapi itulah saat terindah kita bisa berjumpa dengan Yesus! Dan ketika berjumpa dengan Yesus, berarti Yesus berada di hadapan kita. Dan kalau ada Yesus, berarti ada mukjizat. Dan itulah salah satu mukjizat Ekaristi yang saya alami dari sekian banyak mukjizat Ekaristi dalam kehidupan ini. Tuhan mengingatkan saya untuk tetap mengasihi, menatap dengan kasih, terutama mereka yang mengecewakan saya, menyakiti saya. Bukan perkara mudah tapi saya percaya segenap hati dengan penuh iman, hanya dengan kuasa Roh Kudus, hanya dengan mengandalkan kekuatanNya, saya dimampukan Yesus untuk menatap penuh kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s