Allah kita, Allah Maha Baik


31 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, 32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. 33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 34 Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.”

Tuhan Allah kita sungguh luar biasa! Melalui firmanNya, Dia akan singkapkan kita rahasia surgawi pada kita!

Pagi ini, seperti biasa, setelah Pujian dan Penyembahan pribadi saya membaca firman Tuhan sesuai dengan kalendar liturgi hari ini (Yer 31:31-34, Matius 16:13-23). Sebelum membaca, saya berdoa mohon agar Tuhan beri terang Roh Kudus agar saya boleh memahami bacaan dan Injil hari ini. Sungguh luar biasa, betapa indahnya Tuhan mengabulkan permohonan itu dengan sempurna dan membimbing saya membaca firman hari ini.

Cara Tuhan dealing with umatNya pada perjanjian lama dan dengan perjanjian baru memang berbeda. Di PL terkesan strict, namun di PB Tuhan menghadapi umatNya dengan penuh kasih. Ini hanya masalah perbedaan cara seorang bapak merawat, memelihara dan mendisiplinkan anaknya saja. Itu yang saya pelajari dari kelas bina lanjut kitab suci yang saya ikuti sebulan terakhir ini. Maka pada hari dalam bacaan Yeremia 31:31-34 kita lihat bagaimana Allah membuat suatu perjanjian baru dengan kaum Israel dan Yehuda. Dia ganti pola didiknya yang tadinya”terkesan” keras menjadi penuh kasih. Dan janji Allah yang ia nyatakan (Yer 31:33-34) akhirnya menjadi benar lewat kehadiran Putra TunggalNya, Yesus Kristus. Lewat kuasa Roh Kudus, Allah menaruh tauratNya dalam batin kita dan menuliskannya dalam hati kita. Inilah yang dimaksud dengan pengenalan akan Tuhan. Tuhan menyatakan diriNya dalam kehidupan kita sehari-hari dalam diri kita melalui kuasa Roh Kudus. Dan bukankah salah satu karunia Roh Kudus adalah karunia pengenalan akan Tuhan? (Yes 11:2-3).

Sungguh kita bersyukur kita mengenal Yesus Tuhan kita dan kita pegang janji Allah yang sungguh luar biasa itu,”Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka,”(Yer 31:34)

Betapa kita merasakan kasih Allah yang sungguh sungguh mengalir deras dengan luar biasa tiada habis-habisnya. Apa buktinya? Dia kirimkan putra tunggalNya Yesus Kristus yang telah mati di kayu salib untuk menebus dosa kita dan tidak mengingat lagi kesalahan kita! Kita dinyatakan layak sebagai anak-anakNya, sebagai saudara dalam Yesus dan sebagai ahli waris surga! Dia beri kita Yesus supaya kita bisa mengenal secara lebih personal sosok pribadi Ilahi. Karena sekalipun Yesus adalah manusia, Dia memiliki pribadi Allah. Adakah cara yang lebih sempurna dari itu yang terpikirkan oleh kita? Kita mengenal pribadi orang lain secara dekat karena kita sama-sama manusia. Begitu pula dengan Yesus, karena Ia seperti juga kita, kita pun lebih mudah akrab mengenal Dia. Dan mengenal Yesus berarti mengenal Allah.

Allah pun begitu baik dengan memberikan kita Roh Kudus. Roh Kudus inilah yang membimbing kita untuk memahami hukum Allah dan memateraikan peraturanNya dalam hati kita agar kita taat dan setia pada Allah.

Marilah hari ini kita berdoa mohon agar Tuhan mencurahkan Roh Kudus pada kita agar kita boleh mengenal Dia lebih dalam dan lebih akrab lagi. Agar kita mengenal dan taat akan peraturanNya. Agar kita mengenal Yesus dan mengakui dia dengan lantang,”Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup,”. Agar kita yang mengakui Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup, mampu juga berkat bimbingan Roh Kudus, tak gentar menghadapi penderitaan dan salib karena Tuhan Yesus, Anak Allah yang hidup akan senantiasa menyertai kita.

Saat ini juga, lihat salibNya. Tatap dalam dalam penuh cinta. Itu bukan salib kematian dan kekalahan. Sekalipun Yesus mati di salib, diam tak berdaya justru itu lambang kekuatan paling berkuasa di dunia dan kehidupan ini. Karena lewat salib itulah, Yesus yang tadinya tak berdaya, tewas akibat penganiayaan, justru menyatakan kuasaNya yang tak tertandingi dengan bangkit dari mati!

Bersama Yesus, kita akan menang. Tuhan memberkati!

image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s