Menyelami Kedalaman Kasih Tuhan


Beberapa tahun lalu, saya berlibur ke Bali, salah satu tempat favorit untuk berlibur. Saat itu saya memutuskan untuk mencoba diving alias menyelam di Tanjung Benoa. Kalau dikategorikan ‘cemen’ dari segi lokasinya, ya harap maklum aja. Namanya juga bukan penyelam bersertifikat tapi memang benar-benar ingin mencoba. Salah satu hobi saya saat travelling adalah mencoba aneka adventurous activities, mulai dari snorkeling, diving, bungee jumping, skiing sampai tandem skydiving.

Nah kembali ke soal diving ini, di Tanjung Benoa, saya ditemani instruktur lokal yang akan menemani diving saya nanti. Setelah mengenakan pakaian diving lengkap dengan peralatannya, akhirnya tiba saatnya saya harus menyelam bersama instruktur. Deg-degan abis karena jujur ya, saya gak bisa berenang. Tapi kata orang-orang, justru untuk menyelam tidak perlu keahlian berenang.

Waktu saya turun, saya pegang tangan instruktur saya. Saya merasakan sesuatu yang berbeda! Saya tidak berada di daratan, saya ada di bawah laut. Kami menyelam di kedalaman 3 meter. Pemandangannya memang tidak sespektakuler seperti yang saya lihat di dokumenter di NGC atau BBC Knowledge atau masih kalah jauh dengan kepulauan Derawan atau Bunaken atau Raja Ampat. Tapi tetap saja saya rasa bahagia dan senang bisa lihat pemandangan bawah laut, ada ikan-ikan di sekeliling kita dan aneka terumbu karang. Kurang lebih lima menit saya putar putar di kedalaman 3 meter itu. Lalu instruktur saya memberi kode lewat bahasa tangannya, mengajak saya untuk turun ke kedalaman lebih jauh lagi yakni 5 meter, selanjutnya 7 meter. Saya sebenarnya sudah dikasih tahu sebelum nyemplung, saat masih di atas kapal bahwa nanti dia akan beri kode untuk turun. Waktu itu saya oke-oke aja, tapi begitu sudah di bawah laut, ketika sang instruktur mengajak saya menyelam lebih dalam lagi, saya kontan menolak. Alasannya? Saya takut….. Saya membayangkan turun ke kedalaman 5-7 meter. Saya bisa melihat dasar laut yang menurun. Entah sampai mana ujungnya. Saya gak siap turun lebih jauh lagi. Apalagi ingat kenekadan saya yang gak bisa berenang tapi sok-sok mau nyelam. Dasar nekad. Akhirnya saya dengan bahasa tangan pula mengisyarakat keengganan saya dan mau menyelam yang cetek-cetek saja kemudian kembali ke atas alias balik ke boat.

Pengalaman menyelam bawah laut inilah yang saya ingat saat pagi tadi ketika tengah pujian penyembahan pribadi. Lagu “Kukagum Hormat”. Liriknya yang berikut ini sungguh menyentuh hati saya.

HikmatMu tiada terselami
KasihMu dalam tak terduga

Kata-kata itu mengingatkan saya pada pengalaman diving saya di Bali. Ketika itu saya baru berhasil menyelam sedalam 3 meter, belum sampai 5meter, 7 meter apalagi lebih dari itu. Saya membayangkan laut yang dalam yang saya selami saja terbentang begitu luas dan dalam dan entah sampai mana dia berujung. Kalau saya baca di internet, orang bisa menyelam hingga 300 meter (saya cuma 3 meter hehehee…) Entah seperti apa jauh dibawah sana ketika kita menyelami laut terdalam di dunia sekalipun. Lalu saya membandingkan dengan lirik lagu tadi yang mengatakan HikmatMu tiada terselami. Ya, siapa yang mampu menjelaskan akan Hikmat Tuhan. Dialah kebijaksanaan abadi. Kita dibuat terpana oleh rencana dan kehendakNya. Sedalam apapun kita coba menyelami Dia, ada saja hal yang tak bisa kita jelaskan lewat akal budi ini. PengertianNya mengatasi segala pikiran manusia terhebat. Coba jelaskan siapa yang bisa menciptakan manusia dengan alat tubuhnya yang kompleks, aliran darahnya, sistem pengoperasian yang rumit? Cuma Allah. Siapa yang punya kreatifitas seperti Dia yang sanggup menciptakan beragam jenis hewan, binatang serta planet dan tata surya. What WAS on His mind when He created all????

KasihMu dalam tak terduga. Kata-kata ini pun sungguh powerful dan menyentuh. Kita bisa tahu kedalaman laut. Dan mungkin hanya dengan benar-benar menyelam barulah kita tahu bahwa laut itu dalam. Lebih dalam dari kolam renang sedalam 2 meter, lebih dalam lagi. Saat kita menyelam ke dalam laut barulah kita sadar, oh my… laut itu dalam ya. Saya sendiri merasakannya sampai-sampai saya menolak nyelam lebih dalam waktu itu. Dan saat ini saya coba ingat perasaan saya waktu menyelam ke dalam laut waktu itu. Ya begitulah kasih Tuhan. Dalam banget… Tapi kali ini dashyatnya, kasih Tuhan itu dalam tak terduga. Ibarat kita menyelam, kita sudah sampai dasar laut tapi begitu menyelam beberapa meter ke depan kita temukan bagian lebih dalam lagi dengan segala misteri organiknya. Kasih Tuhan dalamnya tidak terukur, tidak terbatas dan tidak terduga. Laut membentang sepanjang pandangan, dalamnya laut bisa sampai ratusan meter, tapi kasih Tuhan lebiiiiihhh dari itu semua. Artinya apa? Tuhan mengasihiku begitu besar tak sanggup lagi aku mengungkapkannya dalam ukuran apa pun. Terlalu besar cinta Tuhan buat diriku, dirimu, diri kita semua.
Dan cintanya yang begitu besar itu Dia ungkapkan bagaikan seorang yang meninggalkan 99 dompanya demi mencari seekor dombanya yang sesat. Begitu besar kasihnya demi satu domba ini, bahkan dia begitu bahagia saat menemukan kembali domba yang hilang. Demikian juga Bapamu yang di surga tidak menghendaki salah seorang dari anak-anak ini hilang (Matius 18:14)

Apakah saya kapok menyelam lagi? No, not at all. I hope one day, I can go diving in Cairns, Queensland or Derawan Island in Kalimantan or perhaps the magnificent Raja Ampat in Papua. Dan pada saat saya menyelam saat itu, I’ll make sure, saat saya menyelam ke kedalaman laut, saya mau rasakan tiap detik itu HikmatNya yang tak terselami dan kedalaman kasihNya yang tak terduga.

By the way, guys… this amazing pic isn’t me diving in Tanjung Benoa. It’s a pic that I admire so much, taken from NGC’s photo contest🙂

2 thoughts on “Menyelami Kedalaman Kasih Tuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s