Dosa Menghujat Roh Kudus? Lawan dengan Kasih!


Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal. – Markus 3:28-29

Membaca ayat ini rasanya seperti dicambuk karena menurut saya pribadi sabda Yesus ini sungguh keras di hati saya. Menghujat Roh Kudus. Ouch!! Apakah saya pernah menghujat Roh Kudus? Tuhan, kasihanilah aku orang berdosa ini. Mungkin aku sudah berdosa, bodoh pula tidak mampu mengenali dosaku. Ampuni aku saat aku menolak Engkau dan Roh KudusMu.

Saya coba renungkan Sabda Yesus hari ini. Saya buka beberapa referensi dan sumber bacaan yang bisa membantu saya memahami firman Tuhan hari ini.
Sebenarnya apa sih menghujat Roh Kudus?
Dalam website livingspace.sacredspace.ie dituliskan
The spirit is the origin of all that is good in Jesus, in people and in the world. Gof is present in the world through the Spirit. To blaspheme against the Holu Spirit is to deliberately refuse that presence, that goodness, as the scribes, for instance, obstinately refused to see the hand of God’s love in all that Jesus was doing. Something the ordinary people had no difficulty in seeing.

Penjelasan di atas dapat diterjemahkan bebas kira-kira seperti ini:
Roh Kudus ada awal/sumber dari segala kebaikan dalam Yesus, dalam diri manusia dan dalam dunia ini. Allah hadir di dunia melalui Roh Kudus. Menghujat atau menolak Roh Kudus berarti dengan sengaja menolak melihat keberadaan, kehadiran dan kebaikan Allah. Seperti ahli-ahli Taurat yang dengan keras hati menolak karya tangan kasih Allah melalui karya Yesus. Mungkin seperti itulah sikap kita dalam keseharian, yakni menolak kuasa Allah, rahmatNya dan karya kasihNya.

Saya coba renungkan ini. Mungkin saya sering degil hati, keras hati. Menolak Tuhan Yesus bekerja dalam hidup saya. Menolak kasih Yesus mengalir dalam hidup saya dengan melawan kasih Yesus itu dengan memilih perbuatan atau pikiran yang jahat, negatif.
Bukankah Yesus adalah Allah Putra. Dan bukankah Allah itu adalah kasih? Bukankah Roh Kudus adalah Roh Allah yang penuh kasih yang Ia curahkan pada diri kita agar kita sanggup hidup dalam peziarahan hidup kita di dunia ini?

Kalau kita menolak kasih, berarti kita menolak pengampunan. Adakah orang yang belum saya ampuni? Adakah saya menolak melakukan rekonsiliasi dengan orang lain yang pernah menyakiti hati saya. Jawabanku, Tuhan. Ada! Ampunilah aku orang berdosa ini Tuhan yang menolak rahmat pengampunanMu.

Menolak kasih berarti memilih untuk berpikiran jahat terhadap sesama, terhadap mereka yang berbuat tidak adil padaku, terhadap mereka yang menyakitiku dan menyebalkanku. Menolak Kasih berarti memilih untuk berprasangka buruk dan menghukum mereka yang menyakitiku dengan pikiran jahatku.

Menghujat Roh Kudus berarti menolak Roh Allah yang tinggal di dalam setiap orang yang kutemui, kuhadapi, kuajak berinteraksi, bukan saja anggota keluargaku tapi orang-orang yang menyusahkanku, membuatku kesal. Karena Roh Allah tinggal dan hadir dalam setiap orang. Menganggap orang lain jahat dan buruk, sementara menganggap diriku satu-satunya paling benar, paling suci, paling kudus, berdoa paling bagus, melayani paling rajin sementara orang lain tidak bagus sama sekali …. berarti aku telah mengecilkan, meremehkan, menolak karya kasih Allah yang dinyatakan dalam setiap orang lewat Roh Kudus yang bekerja di dalam mereka.

Ampuni aku ya Bapa, karena aku tak ubahnya ahli taurat, yang merasa paling benar, paling hebat, paling baik padahal aku telah menolak karya kasih Roh Kudus yang senantiasa mau bekerja dalam hidupku dan hidup sesamaku. Penuhi aku dengan cintaMu, Tuhan.

Hhhmm… Tuhan memang luar biasa. Sebelum saya menuliskan ini, saya melakukan pujian dan penyembahan pribadi. Dalam pujian dan penyembahan pribadi itu, saya ucapkan. Biarlah setiap nafasku menjadi pujian dan penyembahanku padaMu Tuhan

Kini saya mengerti. Bagaimana saya bisa memuji dan menyembah Tuhan dan mempersembahkannya setiap detik bila saya masih jatuh dalam dosa dan godaaan menolak karya Roh Kudus, menolak kasih dan rahmatNya? Tidak ada jalan lain selain, menerima kasih Tuhan dan hidup hanya di dalam kasih Tuhan!
Kasih adalah satu-satunya lawan dari setiap godaan dan dosa untuk menolak dan menghujat Roh Kudus. Dan kasih itu adalah Allah sendiri.
Tanpa kasih, aku tidak akan sanggup mempersembahkan hidupku sebagai pujian dan penyembahan yang sejati bagi Allahku.

Come Holy Spirit! Fill me with your spirit of love! Let my action and thoughts be filled with only love that I may never be tempted to act or think without love… so that the only thing in my life that I can do is to praise and worship You, my Father, my God Almighty, in every second of my life !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s