Sudahkah Anda Berjumpa dengan Kristus Hari Ini?


Sudahkah Anda Berjumpa dengan Kristus Hari Ini?

Hari ini saya berjumpa dengan Yesus saat saya berdoa pagi dalam sesi yang saya sebut sesi “pujian dan penyembahan pribadi”. Saat itulah Yesus membuka mata dan hati saya bahwa pujian dan penyembahan bukan sekedar menyanyikan lagu-lagu pujian dan penyembahan, lalu menggunakan karunia bersenandung, bernyanyi maupun berdoa dalam bahasa roh. Namun lebih dari itu Tuhan Yesus mengingatkan saya bahwa praise and worship is about relationship. It’s about God alone. Puncak dari pujian dan penyembahan adalah penyerahan diri total dan penuh kepada Tuhan sehingga tidak ada lagi yang tersisa, kecuali dan hanya Tuhan Yesus. Dia satu-satunya yang meraja, yang terutama, yang paling penting dan semuanya hanya bagi Dia!

Pada saat saya melantunkan lagu-lagu pujian dan penyembahan, hati saya tersentuh. Dan saya percaya, ini semua karya Tuhan, karya Roh Kudus yang menyentuh sekali mengajarkan saya makna dari pujian dan penyembahan. Saat itulah, saya disadarkan betapa saya ini sering melakukan dosa, hal-hal tidak menyenangkan bagi Allah dan menyakiti sesama. Saya sering sombong dan menyombongkan diri. Saya sering mengharapkan dunia memuji saya karena kehebatan saya,seolah-olah saya sendiri yang paling benar, paling hebat di keluarga, lingkup pertemanan maupun komunitas saya.  Padahal, siapa saya sih? Saya tidak akan bisa mendapatkan berkat luar biasa dalam hidup ini kalau bukan karena Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan saya dan Allah Bapa penuh kasih yang berkarya! Saya diberi banyak talenta dan karunia secara gratis karena Bapa yang teramat mengasihi saya. Saya diberi keluarga dan sahabat yang penuh perhatian karena Tuhan tahu kebutuhan saya. Tapi mengapa saya sombong, sok tahu dan menganggap sayalah juaranya?

Saat pujian dan penyembahan itulah saya disadarkan. Karena saat pujian dan penyembahan terjadi, saya berdoa mohon urapan Roh Kudus untuk mengurapi saya dan Roh Kudus sungguh hadir mengajarkan pada saya. Saat memuji dan menyembah Dia, kita diingatkan akan dosa dan kelemahan kita. Saat memuji dan menyembah Dia, kita dipulihkan. Saat memuji dan menyembah Dia, kita menyadari betapa lemahnya kita dan betapa hebatnya Tuhan. Kita biasa-biasa saja, tapi Dia yang sungguh luar biasa. Saat memuji dan menyembah, kita fokus pada Dia dan Dialah yang merajai hidup, dan diri kita. Saat kita berserah, saat itulah Tuhan ambil alih dan berkuasa.

Sayang, pujian dan penyembahan saya pribadi masih belum berkembang. Karena saya masih jatuh dalam kelemahan, godaan dan dosa. Karena saya belum berserah pada Tuhan. Karena saya masih lebih mementingkan saya ketimbang fokus pada kemuliaan Tuhan. Mulut kita bernyanyi,”Kaulah segalanya di dalam hidupku….”, kenyataannya Dia bukan segalanya, kita masih sering menomorduakan Tuhan dalam keputusan maupun pilihan hidup kita. We sing,”I will trust in You for all my days.” Yet, we trust ourselves or others because God seems silent, distant  and inactive and we get disappointed.

Hari ini saat saya menaikkan pujian penyembahan In Christ Alone, saya tertohok. Ya, saya lemah, tapi saya diselamatkan, dikuatkan oleh salib Kristus. Segala kesuksesan yang saya raih, tak ada bandingannya dengan Kuasa Allah yang tak terukur. Semua itu karena Tuhan Yesus yang memberiku rahmat luar biasa.

Kesibukan kita dalam berbagai urusan, sering membuat kita mengabaikan dan mengutamakan Tuhan. Dia sanggup untuk kita libatkan bahkan dalam hal sedetail apapun. Janjinya dalam Hagai  1:8 “Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.”

Aku datang ke padaMu Tuhan dalam bait pujian dan penyembahanku Tuhan, dan Kau nyatakan DiriMu saat itu juga. Aku berjumpa dengan Engkau. Terima kasih Yesus.

Raja Herodes ingin berjumpa dengan Yesus, karena dia merasa terancam oleh sosok pribadi Yesus. Tapi aku ingin berjumpa dengan Yesus karena aku mau Dia jadi raja dan penyelamatKU, menjadi segalaNya bagiku. Untuk itu aku mau lebih memuji dan menyembah Dia, bukan hanya saat menyanyi atau berdoa secara khusus, namun dalam setiap detik hidupku, aku mau memuji dan menyembah Dia, sampai tidak ada lagi yang tersisa dalam hidupku, dalam diriku, kecuali Dia, hanya Dia, Tuhanku Yesus Kristus.

In Christ alone will I glory
Though I could pride myself in battles won
For Ive been blessed beyond measure
And by His strength alone, I overcome

Oh, I could stop and count successes
Like diamonds in my hands
But those trophies could not equal
To the grace by which I stand

In Christ alone, I place my trust
And find my glory in the power of the Cross
In every victory, let it be said of me
My source of strength, my source of hope is Christ alone

In Christ alone do I glory
For only by His grace I am redeemed
For only His tender mercy
Could reach beyond my weakness to my need

And now I seek no greater honor
Than just to know Him more
And to count my gains but losses
To the glory of my Lord

In Christ alone, I place my trust
And find my glory in the power of the Cross
In every victory, let it be said of me
My source of strength, my source of hope

In Christ alone, I place my trust
And find my glory in the power of the Cross
In every victory, let it be said of me
My source of strength, my source of hope is Christ alone
Is Christ alone

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s