“Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.”


Kesombongan ada dalam setiap manusia
Keingin dipuji, disanjung, menjadi nomor satu, menjadi terhebat akan selalu ada
Siapa yang dipuji saat manusia meraih suksesnya?
Dirinya? Atau Tuhannya, Sang Maha Kuasa?

Kesombongan membawa pertengkaran
karena yang satu ingin melebihi yang lain,
karena yang satu merasa dia yang paling nomor satu dan terhebat dibanding yang lain.
Tapi cuma satu yang tahu kualitas paling dalam dari diri seseorang.
Dialah Tuhan Yesus Kristus.
Yang adalah Allah, namun merendahkan diriNya di hadapan Bapa, Allah sang Maha Kuasa,
Maha Pencipta,
Maha Kasih.

Siapakah manusia?
Dia cuma seonggok daging,
yang kemudian menjadi berarti dan bermakna
saat roh kehidupan dihembuskan oleh Roh Allah
dia tak sanggup berbuat apa-apa tanpa bantuan dan pimpinan Roh Kudus sumber segala pengetahuan,
kebijaksanaan, dan segala kebaikan.

Kesombongan dan lupa bersyukur, lupa mengakui kebesaran Penciptanya
adalah dua hal paralel dalam hidup manusia.

“Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.” (Lukas 9:48)

——————————————————–
Aku bukan siapa-siapa Tuhan. Talentaku, karunia pelayananku, kesuksesanku, kemampuanku menjalani hidup yang tak mudah ini bukan karena kekuatanku, namun karena Roh-Mu yang senantiasa mendampingiku, menguatkanku dan memampukanku melewati semua.
Terima kasih Tuhan. Biarlah kemuliaanMu saja yang terpancar dari hidup dan diriku. Sehingga orang lain tak lagi melihat aku namun yang mereka lihat adalah Yesus yang hadir dan tinggal di dalam aku. Amin
.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s