Yang Bertopeng, Yang Berjubah


20131022-113627.jpg

Bukankah kita manusia bertopeng?
Yang berusaha menjadi baik,
tapi sering kalah dengan si iblis
penggoda dan penyuka dosa?
Sekalipun tidak bertopeng,
bukankah kita manusia berjubah?Berjubah niat kebaikan,
Namun dalam tubuh fananya
tersimpan penyerahan pada dosa dan nafsu?

Dan apa yang bisa kita buat pada akhirnya?
Kita cuma bisa malu,
menutup muka karena dalam terang sinar Tuhan,
tidak ada yang sanggup ditutupi
semua terpampang jelas.

Tidak tahukah kamu dosamu dihapus
dalam samudera cinta kasih-Nya yang tak terbatas daratan?
Tidak tahukah kamu malumu diangkat
karena Dia terlalu mengasihiMu tiada hentinya?

kamu menyembunyikanNya saat kehendak liarmu lari dari Dia
dan kamu masuk dalam jurang kegelapan.
Tapi Dia,
Dia yang menyembunyikanmu
dari kejaran musuh dan pelukan setan.

Mengapa masih terus mencari dan berlari dariNya?
Diamlah, dan biarkan Dia saja diam bersamamu.
kau dan Dia
dalam segala kebenaran-Nya,
keindahan-Nya
dan kasih cinta-Nya yang mengalir terus sepanjang segala masa.

Karena Dia cukup. Cukup bagimu.

Roma 5:15 … Jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karuniaNya, yang dilimpahkanNya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.

Lukas 12:35. “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.

Jakarta, 22 Oktober 2013
puisi yang hadir dalam sebuah sesi pujian dan penyembahan pribadiku pagi ini.

20131022-113720.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s