Irene-lah jawabannya!


Beberapa hari lalu saya menerima email dari sahabat dan teman sepelayanan di komunitas Persekutuan Doa di paroki saya, Winny.  Isinya sebuah tulisan yang dia tulis sendiri.  Judulnya Pencuri Kemuliaan.  

 

ImageImageImageImageImage

Setelah saya membaca tulisannya, saya pun merenung.  Tulisan Winny menohok saya dan membuat saya mempertanyakan sebenarnya apa sih motivasinya melayani?  Terus terang, beberapa waktu terakhir ini saya cukup overwhelmed dengan beberapa tugas pelayanan yang saya lakukan.  Sejak akhir Agustus hingga Oktober, saya berkonsentrasi mempersiapkan diri ikut berperan dalam drama musikal Selubung Perempuan .  Sementara itu, sebagai seksi pewarta/tema di persekutuan doa MKK, setiap Rabu saya mempersiapkan tema dan pewarta yang hadir membawakan renungan.  Belum lagi tugas menulis untuk majalah internal PD kami “Karisma”.  Ini di luar pelayanan saya sebagai MC acara gereja/komunitas.  Terus terang, ada keletihan dalam perjalanan pelayanan itu.  Malah saya merasa, mengapa pelayanan yang saya lakukan terkesan demanding? Kenapa semua orang minta saya untuk mengerjakan ini, itu? Bukankah masih banyak yang bisa ditunjuk? Please don’t count on me! I need more space. 

Dan pada saat itulah, saya merasa totally lost. Alias tersesat. Not only am I lost, I also loose the joy and peace of being in a ministry and serving the ministry! Saya pun bertanya pada diri saya,“Apa yang kamu cari sebenarnya Fanny? Apa motivasi kamu melayani?Mana sukacita dalam pelayananmu? Mengapa sekarang kau merasa semua ini beban?”

Saya tidak bisa memahami dan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Saya hanya bisa berdoa saja dalam hati setiap kali memulai pelayanan saya.  Saya cuma bisa berserah dan mohon supaya biar Tuhan saja yang bekerja melalui saya.

Dan, Tuhan pun memberikan jawaban.  Menjawab doa yang tak terungkapkan oleh kata-kata saya sendiri, namun sebenarnya ada dari relung hati terdalam saya.  Dia Maha Tahu.

Pada hari Jumat, 8 November 2013 lalu, saya melayani sebagai MC dalam acara Kebangunan Rohani Katolik “The Power of Jesus’ Blood” bersama Sr. Briege McKenna di ICC, Mega Glodok Kemayoran Jakarta yang diadakan Perduki Chapter Utara 1 dan Chapter Selatan 1.  Beberapa hari sebelumnya,  a dear friend of mine, Irene Sugiharto mengirimkan BBM pada saya dan mengatakan dia berkeinginan hadir dalam acara itu. To be honest, saya surprised juga Irene mau datang ke acara KRK.  Selama ini, saya juga belum pernah berkesempatan mengundang dia ke acara seperti ini meskipun berkali-kali pula saya menjadi panitia ataupun MC acara KRK.

Di hari H itu, acara berjalan dengan lancar.  Dan bagian paling penting sekaligus memberi kesan mendalam bagi saya dan mungkin juga bagi banyak umat yang hadir pada hari itu adalah saat adorasi pada Sakramen Maha Kudus setelah Sr. Briege membawakan renungan.  Saat itu, saya sungguh mengalami hadirat Tuhan Yesus.  Tuhan Yesus secara pribadi menyapa saya dan saya merasa sungguh dikasihi oleh Dia.  Tentang pengalaman istimewa ini, akan saya ceritakan di posting saya berikutnya.  Saat adorasi, air mata ini bercucuran.  Bukan air mata kesedihan namun air mata kebahagiaan sekaligus keharuan bisa berjumpa dengan Yesus dan disapa penuh cinta, penuh kasih oleh Yesus.  Saat itu, Sr. Briege pun mendoakan satu per satu intensi doa untuk beragam kebutuhan.  Sampai akhirnya, ia mendoakan bagi pasangan yang merindukan buah hati dalam perkawinan mereka, dan saya pun mengarahkan pandangan saya ke arah Irene yang duduk di kursi VVIP di bagian depan sambil mendoakan dia. Jesus, please listen to our prayer and listen to her prayer! Di sebelah saya, sahabat saya yang sudah saya anggap kakak saya sendiri, Mba Yayuk juga saya yakini tengah mendoakan Irene.

Usai acara pada malam itu, melalui BBM, Irene mengatakan pada saya bahwa dia bersyukur bisa mengikuti acara KRK ini.  Bagi Irene, malam itu adalah malam “me-time”-nya dengan Yesus.  Ia bersuka cita karena ia pun merasakan keharuan yang luar biasa saat berdoa dalam acara itu.  Melalui pesan BBM yang ia tulis ia mengatakan ia senang sekali bisa bertemu dengan saya dan Mba Yayuk malam itu.  “I felt hugged by both of you,” begitu tulisnya.

Pada saat membaca tulisan itulah, saya seperti dibukakan mata dan pikiran saya oleh Tuhan Yesus.  Ini dia jawaban atas pertanyaan dan kegelisahan saya mengenai aktivitas pelayanan yang saya lakukan akhir-akhir ini.  Dan saat itu saya baru mengerti dan memahaminya.

You see, your ministry means nothing if it is not fruitful.  Your ministry is nothing if it is not about sharing with others.  Your ministry is first and foremost about Jesus.  You love HIM because He loves you first.  You praise HIM because He loves you by dying on the cross and paying for all your sins.  You worship HIM because He is the King of all in this earth and heaven.  You serve with all your love for Him.  And when you talk about loving Jesus, you also talk about loving others. That is why, serving is sharing! Sharing your gratitude, sharing your love, sharing your joy with others.  Itulah motivasi pelayanan.  Memberitakan Kabar Gembira, mewartakan kerajaan Allah dan membawa banyak orang mengalami kasih seperti yang sudah aku alami lebih dahulu bersama Kristus.  

Karena apa artinya pelayanan, bila aku tak mengalami suka cita? Apa artinya pelayanan bila aku menganggap semua ini beban semata?  Pertama-tama saya harus tahu dulu untuk apa saya melayani.  Karena dengan mengetahui bahwa pelayanan ini hanya untuk memuliakan Tuhan, saya belajar rendah hati, berserah pada Tuhan, taat pada Dia dan sepenuhnya menyerahkan diri pada bimbingan Roh Kudus untuk memurnikan pelayanan ini.  Sabda-Nya dalam Yohanes 15:5,“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Jesus, i pray now that when i prepare the monthly themes for my parish prayer group, let me choose the themes that will bring your people closer to YOU and only according to Your Will. So I am asking for YOUR gift of discernment, YOUR gift of wisdom. When I write articles for the internal magazine of our prayer group, please put in my thoughts that i am taking part of YOUR big plan to spread the Good News, that I am bearing YOUR mission that leads more people to more faith in YOU and bring them to salvation. I pray now that when I am being an MC for an event let me do my best in using the talent that YOU have given me for free so all my words come from YOU only and become blessings to others.

Renungan yang ditulis sahabat saya, Winny telah mengingatkan saya akan motivasi pelayanan pribadi saya.  Dan Tuhan memang punya cara unik-Nya yang tak terpikirkan oleh kita untuk menjawab doa yang tak terungkapkan itu.  Pertanyaan saya, untuk apa dan siapa saya melayani serta apa motivasi saya melayani, terjawab sudah.  Dan, Irene-lah jawabannya. 

 

 

Evernote Camera Roll 20131111 224709
Note: (That’s Mba Yayuk, Irene, and me after the wonderful prayer rally and adoration with Sr Briege McKenna)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s