Processed with VSCOcam with m5 preset

(Jangan) Mati Rasa di Hari Natal


Sudah berapa tahun Anda merayakan Natal? Lebih dari dua puluh tahun? Tiga puluh tahun? Lima puluh tahun? Apakah kita sudah sampai pada poin Natal yang biasa-biasa saja? Mati rasa di hari Natal? Pergi ke gereja lalu makan-makan, pulang, bertamu atau open house dan besok hari berganti baru sama seperti hari-hari lain?

Semoga jangan ya. Hari ini pun di tengah persiapan mengikuti misa malam Natal, saya bisikkan pada Tuhan permohonan saya.“Tuhan, beri saya pengertian baru akan makna Natal tahun ini.”
Natal saya memang berbeda-beda. Saya pernah merasakan Natal sambil berlibur bareng dua anak saya dan Baoak dan Ibu saya bernostalgia di Hong Kong tempat kami tinggal dulu semasa saya kecil. Saya pernah Natal dalam keadaan prihatin karena kaca mobil dipecah dan tas serta isinya dicolong maling. Saya pernah merayakan Natal dalam keadaan rumah tangga yang hancur, saya juga pernah merasakan Natal di Medan dan Jayapura ketika orang tua saya bertugas di sana. Juga pernah merayakan Natal bersama anak-anak Panti Asuhan melayani makan siang mereka. Saya juga pernah merayakan Natal bersama teman-teman melayani Retret Natal Keluarga yang diselenggarakan Sekolah Evangelisasi Pribadi Shekinah/BPK PKK KAJ dan tahun ini saya akan melakukannya lagi. Puji Tuhan dikasih kesempatan merayakan Natal yang baru.

Maka ketika saya minta Tuhan beri pemahaman baru tentang Natal agar saya tidak terjebak dengan mati rasa di hari Natal, Tuhan mengingatkan saya bahwa Allah kita adalah Allah yang suka akan segala sesuatu yang baru. In Him, all things made and created anew! Itulah sebabnya Allah menciptakan sesuatu yang baru, yaitu alam semesta dan isinya. Bahkan Ia mengutus Putera-Nya Yesus Kristus ke dunia untuk memperbaharui dunia. Bahkan melalui Kuasa Roh Kudus Allah terus memperbaharui wajah Gereja. Termasuk kita. Allah mau kita terus jadi pribadi yang dibaharui. Lewat sakramen pertobatan. Melalui Ekaristi. Tuhan mau membentuk kita semakin serupa dengan Kristus.

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2Kor 5:17)

Saya bersyukur begitu banyak hal baru yang saya alami di tahun 2014 ini. Saya bersyukur tahun ini saya boleh melayani di acara retret natal keluarga pada hari Natal besok sebagai seksi liturgi. Despite the fact that I am so clueless in all the stuff I need to prepare for the Mass during the retreat. I am thankful Jesus reminds me this Christmas that I am his disciple and I must learn to be obedient. I have faith that He is making things new in my life.

Mungkin Anda mengalami sindrom mati rasa Natal, ketika Natal terasa biasa-biasa saja, tak lebih dari perayaan sehari dan bagian dari rutinitas tiap tahun. All you have to do is take a step backward. Berdoa sesaat dalam hening, minta Tuhan supaya beri hikmat baru di hari Natal kali ini. He will make things new in you and in your life!.

“Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” – Wahyu 21:5

Selamat menyambut Natal 25 Desember 2015Processed with VSCOcam with m5 preset

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s