Menjadi Benih yang Baik 


Kadang, Tuhan mengambil atau memutuskan atau mematahkan mimpi, harapan, hubungan serta orang atau sesuatu yang kita sayangi/simpan/pegang erat karena Dia ingin ada perubahan dalam hidup atau perjalanan kita. Rencana kita batal, mimpi tak menjadi kenyataan, harapan pupus, kita kehilangan relasi. Semua itu ternyata Tuhan izinkan dan Tuhan pakai untuk banyak alasan. Dia mau memurnikan kita, Dia mau memperbaiki kualitas diri kita agar menjadi pribadi yang lebih baik, yang lebih rendah hati, lebih mengandalkan Dia dan tidak sombong. Dia ingin hal-hal yang tak berkenan di mata-Nya dalam hidup kita dibuang terlebih dahulu. Dia ingin mematahkan hal atau orang yang menurut-Nya tak sesuai dengan rencana-Nya dalam kehidupan kita.

Seperti Injil hari ini yang kita baca (Mat 13:36-43), kita adalah anak-anak Allah, kita adalah benih yang baik yang Tuhan mau taburkan dalam dunia ini agar kita berguna melalui panggilan kita, melalui pekerjaan kita, pelayanan atau komunitas kita.  Ada saat Tuhan ingin melepaskan kita dari lalang yang disebarkan iblis. Dan saat itu adalah saat yang menyakitkan karena kita harus berpisah dari mimpi, harapan, rencana, relasi yang kita dambakan tapi belum sepenuhnya berkenan di mata Tuhan. Tuhan ingin kita bersinar memancarkan kemuliaan-Nya (Mat 13:43. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”).  Untuk itu, kita perlu melewati suatu proses. 

Tetaplah menjadi benih yang baik, jangan biarkan diri kita menjadi lalang yang merusak. 

Have a blessed Tuesday! 

    
Injil hari ini: Matius 13:36-43

13:36. Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-muridNya datang dan berkata kepadaNya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.”

13:37. Ia menjawab, kataNya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;

13:38. ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.

13:39. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.

13:40. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.

13:41. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikatNya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam KerajaanNya.

13:42. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

13:43. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s