Jangan Takut Ketika Terombang-ambing: Renungan Katolik Hari Ini (4 Agustus 2015)


Jam 3 pagi adalah saat orang sedang lelap-lelapnya tidur. Suasana rumah sepi, nyaris tidak ada aktivitas dan suara gaduh. Keadaan gelap karena malam, saat orang sendiri. Berlayar di tengah malam atau dini hari juga bukan hal yang nyaman. Ombak bisa ganas mengombangambingkan perahu, cuaca bisa saja tak bersahabat ditambah gelapnya malam di tengah laut membuat kita tak dapat melihat keadaan sekitar. Malah yang ada, kita seakan mengalami disorientasi karena tak tahu mau ke arah mana bila sudah ada di tengah lautan dan dalam kegelapan.  Dalam kehidupan, kita pun bisa mengalami masa masa kesunyian, kesepian, keheningan, kegelapan dalam pergumulan hidup kita. Kita bisa juga diombangambingkan persoalan hidup hingga kita tak dapat melihat secara jelas solusi persoalan. Kita kehilangan arah, ketakutan, khawatir dan kita bisa juga seperti murid-murid Yesus yang tak dapat melihat, merasakan dan mengalami kehadiran Tuhan sepanjang  perjalanan perahu mereka. 

Injil hari ini mengingatkan kita bahwa Yesus justu hadir di saat saat kita mengalami krisis parah dalam hidup ini. Hanya saja karena sibuk dengan problem kita sendiri, kita tidak bisa melihat Yesus sedang berjalan menolong kita. Bahkan sebelum kita mengalami masalah, Yesus sudah stand by  terlebih dahulu. Dia sudah lebih dahulu mendoakan kita dan sekalipun Ia terasa jauh atau tak nampak, sesungguhnya Dia begitu awas memandang dan memelihara kita. 

Mari belajar beriman lebih besar lagi. Belajar beriman bahwa sekalipun kita tengah menghadapi badai terbesar kehidupan kita, Yesus tengah berjalan menolong kita. Jangan kita kecil hati dulu. Jangan pula bersikap seperti Petrus yang mengatakan “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepadaMu berjalan di atas air.” (Mat 14:28) Mengapa harus meragukan Yesus dengan berkata apabila Engkau itu, …. Justru ini menunjukkan kurangnya iman Petrus akan Tuhan Yesus. Sekalipun Petrus mencoba berjalan dalam air namun keraguan itu masih melekat dalam dirinya (Mat 14:29-30).  Akibatnya, Petrus malah tenggelam.  Kita juga melakukan hal yang serupa. Kita berdoa pada Tuhan namun di sisi lain kita meragukan sendiri hasilnya. Kalau kita mengenal Tuhan, melalui Sabda-Nya, melalui ajaran Gereja, kita mengenal pula kehendak-Nya. Saat kita tahu kehendak-Nya maka kita selaraskan keinginan kita dengan kehendak-Nya. Dengan demikian kita beriman sesuai kehendak-Nya. Maka apa yang kita mohonkan dengan iman, maka Yesus akan bertindak menolong kita (Mat 14:27)

Tuhan Yesus, tambahkan imanku. Aku mengimani Kau pasti menopang dan menolongku di saat aku terombang ambing dalam masalah hidupku. Amin!  
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s