1024_Image

Kesempatan Kedua


Dalam kehidupan ini, kita selalu diberikan kesempatan kedua. Namun, karena kelemahan, kesombongan diri, kita lebih memilih hal-hal yang menyenangkan diri, sekalipun itu berarti jatuh dalam godaan dan dosa.  Kesempatan kedua dari Tuhan yang Maha Rahim, sering kita abaikan. Mata, telinga, hati dan pikiran kita tertutup oleh aneka tawaran lain yang menurut diri kita lebih menarik untuk dipilih.

Raja Herodes dalam Injil hari ini (Markus 6:14-29) diberikan kesempatan kedua berkali-kali oleh Tuhan untuk tidak memilih perbuatan jahat.  Herodes sebenarnya segan akan Yohanes bahkan melindunginya, sementara Herodias, istri Herodes, menaruh dendam pada Yohanes (Markus 6:19-20). Inilah kesempatan yang diberikan Tuhan pada Herodes sebenarnya, untuk memilih untuk tidak melakukan kejahatan apapun pada Yohanes.  Saat putri Herodias meminta kepala Yohanes Pembaptis, Herodes lagi-lagi diberi kesempatan kedua oleh Tuhan untuk mengambil keputusan, memilih untuk tidak mengabulkan permintaan putrinya.  Namun Herodes mengambil keputusan untuk mengiyakan permohonan putrinya, karena dia sudah terlanjur bersumpah.

Kita juga sering diberi kesempatan kedua oleh Tuhan.  Dalam keseharian kita selalu dihadapkan pada aneka pilihan.  Ikut misa Jumat Pertama atau makan siang dengan teman-teman? Ikut misa Jumper pulang kantor atau spend friday night sambil reunian dengan teman sekolah? Misa Hari Minggu atau bersantai di rumah atau pergi liburan ke luar kota?  Berkata jujur atau berbohong? Mengampuni atau memilih untuk tidak mau berurusan dengan orang yang kita sakiti? Memaafkan atau memikirkan aneka rencana untuk membalas perbuatan orang yang jahat pada kita?

Our God is God of second chance.  Itulah wajah kerahiman Allah kita yang tahun ini kita rayakan bersama seluruh Gereja Katolik di dunia.  Kerahiman Allah adalah ketika Dia memberikan kesempatan kedua buat kita.  Kesempatan baru untuk tidak mengulang kesalahan, untuk tidak mengulang dosa dan berbuat sesuai dengan kehendakNya.

Thank_God_for_Second_Chances

Ketika Daud memilih untuk menghormati Tuhan, memujiNya dengan bernyanyi-nyanyi dengan segenap hati dan mengasihi Penciptanya (Sirakh 47:48),  maka Tuhan yang Maha Rahim menggenapi janjiNya dan menunjukkan wajahNya.  Tuhan mengampuni segala dosanya serta meninggikan tanduknya untuk selama-lamanya. Ia pun memberinya perjanjian kerajaan, dan menganugerahkan kepadanya takhta yang mulia di Israel (Sirakh 47:11).

Tuhan, utuslah Roh KudusMu agar aku dibimbing untuk memilih melaksanakan kehendakMU dan mengambil kesempatan kedua yang selalu Kau sediakan bagiku!

p21

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s