aku rindu masa prapaskah


12715640_951785454914948_4640570025515189005_n.png

Entah mengapa, kemarin sore ketika aku menyetir mobil dalam perjalanan pulang menuju rumah, diiringi lagu rohani, aku tiba-tiba teringat bahwa esok (hari ini, berarti) adalah Rabu Abu.  Dan entah mengapa, tiba-tiba aku sangat merindukan Rabu Abu. Merindukan perayaan Ekaristi membuka masa prapaskah yang dimulai hari ini sampai nanti kita semua merayakan Kebangkitan Tuhan Yesus di hari Paskah.  Merindukan Masa Praspaskah saat kita belajar seperti Yesus, berpuasa di padang gurun yang panas menahan lahar dan haus sebelum akhirnya berkarya melayani dunia.  Merindukan masa Prapaskah saat kita lebih mengheningkan diri dan lebih banyak bersikap reflektif dan kontemplatif seperti Bunda Maria.

Entah mengapa aku pun menulis status di akun Path seperti ini “Besok Rabu Abu….. entah mengapa aku sangat merindukannya”.  Yang aku tahu pasti, rasa rindu itu Tuhanlah yang berikan padaku. Aku percaya Tuhan punya rencana yang indah bagiku di masa prapaskah ini dan di tahun Kerahiman Allah ini.  Itu sebabnya Dia letakkan kerinduan itu, agar aku boleh mengalami keindahan masa Prapaskah di tahun Kerahiman Allah ini.

Aku rindu masa prapaskah.  Aku rindu saat-saat dimana aku boleh belajar berpuasa dan berpantang seperti yang diajarkan Gerejaku.  Puasanya memang terbilang ringan buat orang yang biasa puasa.  Tapi aku melihat bukan berat atau ringannya.  Tapi berpuasa tidak makan dan hanya makan sekali kenyang, aku maknai sebagai pelajaran untuk menahan lapar dan tidak dengan mudahnya menuruti keinginan daging.  Setiap hari, hidupku penuh dengan kemewahan.  Kemewahan bisa makan 3 kali bahkan lebih, sehingga tidak heran badanku jadi gempal begini.  Kemewahan bisa sesuka hati memesan makanan via gojek, atau mencicipi restoran baru atau pergi ke pusat kuliner makan nasi campur babi, kue kia teng isi babi dan jerohannya, atau makan nasi bali kesukaannku.  Kemewahan setiap hari karena bisa minum kopi di rumah atau di tempat ngopi paling kekinian di Jakarta karena kegilaanku dengan kopi.  Tiap hari aku sudah terbiasa dengan, kemewahan punya smartphone, kemewahan menggunakan social media agar selalu updated dengan kehidupan teman-temanku, dengan tren terbaru, dengan ilmu-ilmu pengetahuan dan segala informasi.  Tiap hari aku terbiasa dengan kemewahan dan kenikmatan membicarakan orang lain, menjelek-jelekkan mereka, iri pada mereka, memiliki prasangka negatif pada mereka dan menghakimi orang lain.  Aku terbiasa menikmati menunjukkan kehebatanku, menghabiskan waktuku untuk obrolan tak menentu, mengejar puji-pujian dari orang terhadap diriku.

Maka, aku merindukan saat-saat di masa prapaskah ini.  Aku rindu mengalami lebih banyak lagi Yesus dalam hidupku.  Aku rindu Yesus yang berpuasa 40 hari menahan segala rasa, nafsu dan keinginan.  Aku rindu hidupku yang belajar menahan semua kemewahan-kemewahan dan kenikmatan-kenikmatan itu.  Yesus tanpa makanan lebih dari 3 kali sehari, Yesus tanpa social media, Yesus tanpa kopi yang bikin ketagihan, Yesus tanpa sibuk dengan diri sendiri adalah Yesus yang sanggup bertahan!

Aku rindu masa prapaskah, aku rindu untuk berpuasa agar aku melatih diriku menahan keinginan bebasku dan kebebasanku dan membiarkan Tuhan yang mengisi aku saat aku berpuasa.  Aku rindu masa prapaskah, aku rindu untuk diam di dalam Tuhan, mengurangi keberisikan duniaku saat berinteraksi dengan social media atau dunia maya atau instant message.  Aku rindu masa prapaskah, saat aku lebih banyak diam, hening, berdoa, membaca dan belajar aneka referensi tentang kekayaan Gereja Katolik dan tentang Yesus. Aku rindu belajar berbelas kasih di tahun kerahiman Allah ini.

Aku rindu Misa Rabu Abu pembuka masa puasa dan pantang.  Aku rindu datang pada Yesus dan berjumpa denganNya dan mengakui segala kelemahanku.  Aku rindu ditandai abu karena aku sadar aku hanyalah tubuh dan jiwa dan rohku adalah abadi bersama Bapa di surga.  Aku rindu berjalan bersama Yesus dalam retret agung ini bersama keluargaku, menuju Paskah nanti!

Aku rindu seperti Allah rindukan aku untuk “berbaliklah kepadaKu dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh.” (Yoel 2:12)

Selamat menjalani masa Prapaskah, selamat mengalami retret agung bersama Sang Raja Yesus Kristus!  Rindukan Dia!

 

Rabu Abu, 10 Februari 2016

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s