Obrak Abrik Aku, Tuhan


my word has no room among you…. (John 8:37)

making-room-for-jesus.jpg

Saat menyetir mobil menuju kantor tadi pagi, saya mendengarkan bacaan, Injil serta renungan hari ini melalui podcast favorit saya.  Sejak kembali bekerja full time bulan Januari lalu, perjalanan ke kantor atau saat-saat saya menyetir itulah waktu dan ‘kemewahan’ yang saya pakai untuk berdoa pribadi, berdoa rosario atau mendengarkan podcast renungan hari ini.

Pada saat mendengarkan Injil hari ini dibacakan narator dalam podcast yang saya dengar itulah, saya disentuh oleh salah satu ayat.  “Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. (Yoh 8:37)

Firman-KU tidak beroleh tempat di dalam kamu……. my word has no room among you …… firman Tuhan ini sangat menyentuh hati.  Bukan cuma menyentuh, tapi sangat menegur saya.  Membuat saya bertanya pada diri saya sendiri,”does His Word still have place in your heart, Fanny?”

Saat itulah saya  diingatkan kembali untuk MEMBERI RUANG untuk firman Tuhan. Karena kesibukan, rutinitas, persoalan dengan pasangan, anak anak, prioritas hidup, managemen waktu,  sering membuat kita tidak punya tempat lagi untuk Yesus karena kita sudah mengambil kendali langsung bukan Dia.  Saya tak ubahnya seperti orang Yahudi dalam Injil hari ini yang percaya kepada-NYA (Yoh 8:31), namun tetap saja ngeyel, tegar tengkuk, keras hatinya (Yoh 8:33),  dan bahkan masih belum dimemerdekakan oleh dosa hingga memiliki rencana membinasakan Yesus. (Yoh 8:37,40).  Saya juga mengimani Yesus, namun seringkali saya tetap manusia yang ngeyel, tegar tengkuk, keras hati dan jatuh dalam dosa.  Kenyataannya, saya belumlah benar-benar tetap di dalam Firman-Nya.  Saya belum sepenuhnya taat sebagai murid Yesus.  Seringkali, saya mengambil keputusan sendiri, mengandalkan pikiran sendiri.  Tetap bukan dalam Firman-Nya, tapi dalam ketetapan dan kebenaran yang saya anggap benar sendiri menurut pandangan saya.

Dengan segala kesibukan dan peran yang kita jalani sehari-hari, diri kita seluruhnya sudah dipenuhi dengan aneka pergumulan, persoalan, konflik, pikiran, pilihan.  Di antara sekian banyak yang mengisi diri ini, masih adakah ruang dan tempat untuk Yesus? Adakah Dia merajai segala keputusan dan pilihan hidup kita? Adakah kita menjadi murid yang bijak karena kita taat mau diisi hanya oleh kebenaranNYA?

firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu….

Ternyata, sekalipun aku sudah percaya dan hidup di dalam Yesus, dan menyatakan diri sebagai murid Yesus, I am still a control freak.  Aku masih yang menjadi pengontrol hidupku.  I control my relationship with others, I control my kids, I control my situation, I control my workmates, I control others so they do what I want them to do.  I control my life so everything happens just like what I want it to happens.  My life is so busy and full with my choice, my thoughts, my needs, my interests… No room left for my King, Jesus Christ.

Jadi hari ini saya berdoa ….

Tuhan obrak abrik aku dengan sukacitaMu, jangan beri kesempatan aku jadi manusia yang mengontrol semuanya tapi Kau sajalah yang memerintah…… Kau yang berkuasa, Kau satu-satuNya RajaKU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s