e6c113ed8e6608028345a6582715b9b5

Hati Hati Dengan Pikiranmu!


f369f08e42922e83bd51b48bd304924c.jpg

Membaca dan merenungkan Injil hari ini (Lukas 6:6-11), saya membayangkan wajah-wajah para ahli Taurat dan orang-orang Farisi.  Yang terlihat dalam imaginasi saya adalah wajah-wajah yang keji, penuh kebencian dan dengki.  Asem dan nyebelin. Ya, bayangkan saja kalau ada orang yang mengamat-amati sambil mengharapkan orang yang dilihatnya ini melakukan suatu kesalahan (Luk 6:&).  Meskipun ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi ini tidak mengeluarkan kata-kata, hanya sekedar mengamati namun Yesus tahu pikiran mereka (Luk 6:8)

Dalam keseharian, kita pun sering tidak mengeluarkan kata-kata pada orang yang tidak kita sukai.  Namun tatapan kita menghakimi, menyalahkan, menyudutkan, menghukum dia.  Ada saat-saat saya jatuh dalam godaan memiliki pikiran negatif terhadap orang lain.  Saya memang tidak mengucapkan kata-kata yang mengungkapkan pikiran negatif itu pada orang ini, tapi tatapan saya berbicara betapa saya meremehkan, merendahkan, tidak menyukai orang ini.  Semuanya bisa disimpulkan dengan kalimat sederhana. Dalam berpikir pun saya tidak memiliki kasih.

Hari ini Injil mau mengajarkan pada kita, the power of your evil mind.  Lihat orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.  Pikiran jahat mereka terhadap Yesus telah membuahkan perbuatan jahat.  Pikiran jahat melahirkan kebencian, amarah dan membuahkan kekejian.  Pada akhirnya, Yesus mati di kayu salib.  Evil mind leads to evil things.  Sungguh mengerikan!

Sebaliknya, Yesus justru menunjukkan hati yang bersih dan penuh kasih.  Kemurnian dan kebenaran yang dimiliki Yesus, telah menghasilkan perbuatan kasih.  Karena kasih, Yesus melakukan sesuatu pada orang yang mati tangannya (Luk 6:8) dan menyembuhkannya.  Kebalikan dari pikiran jahat yang membuahkan maut, cinta kasih menghasilkan berkat! Kejahatan membawa kita pada kematian, namun kebaikan membawa kita pada kehidupan.

Santo Paulus dalam bacaan pertama (1Kor 5:6) mengingatkan bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan.  Sedikit saja pikiran jahat terbesit pada diri kita, bisa berkembang dan membuahkan perbuatan dosa, seperti yang terjadi pada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.

Kita bisa menjadi pelaku keburukan dan kejahatan yang fatal.  Hanya dengan menatap seseorang dengan negatif, dengan kebencian, meremehkan, merendahkan, menghakimi, kita telah membunuh karakter orang itu.  Bukan itu yang Tuhan Yesus kehendaki.  Ia mau kita jadi manusia baru yang murni dan penuh dengan kebenaran.

Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran. (1Kor 5:7-8)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s